Rabu, 24 Juni 2009

HACKI-KO (kISAH Anjing Tersohor di Jepang)

Persahabatan Anjing yang sangat terkenal di Jepang yakni HACHI-KO. Kisah ini sangat terkenal di jepang sampai saat ini. Bahkan sebuah film lama di tahun 1987 dan tahun 2004 tentang Hachi-ko muncul. Bukan hanya documenter tentang hachiko yang saya dapatkan, tetapi juga monumen serta musium dengan nama hachi-ko pun saya lihat.

Bermula dari kelahiran seekor anjing berjenis AKITA, di sebuah desa bernama ODATE provinsi AKITA sekitar bulan november 1923. Waktu anjing akita ini berumur 2 bulan, dia di bawa ke tokyo oleh pemiliknya sekaligus sahabat sejatinya Prof.Eisaburo Ueno. Sang profesor bekerja di Universitas Tokyo di departement pertanian [agriculture].

Distrik [desa] dibagian kota tokyo, SHIBUYA dimana mereka berdua menempati kisah persahabatan abadi ini. Prof.Ueno suka memangggil anjing Akita-nya dengan sebutan HACHI yang berarti delapan. Ko yang ada di belakang nama HACHI-KO adalah nama tambahan untuk orang jepang yang berarti anak. Dengan demikian Profesor mengakui Hachiko sebagai keluarga dia, serta teman terbaiknya. Hachiko kecil suka makanan YAKITORI [sate ayam].

Selama satu tahun lebih hachiko selalu menunggu kepulangan sang profesor di stasiun Shibuya. Hachiko sudah terbiasa dengan menunggu kepulangan profesor yang bekerja di bagian lain kota tokyo. Hingga tragedi pada 21 mei 1925, profesor ueno terkena stroke di tempat dia bekerja. Profesor meninggal di universitas Tokyo sebelum sempat pulang menemui hachiko.

Kematian Ueno pun membuat hachiko harus diambil alih oleh saudara Ueno. Hachiko hidup dengan saudara Ueno beberapa mil dari stasiun Shibuya, tempat hachiko menunggu kepulangan Ueno.

Suatu hari Hachiko merasa kesepian, dia pergi dari rumah barunya menuju stasiun Shibuya dengan keinginan bertemu sahabat nya, Profesor Ueno. Banyak kisah yang berbeda pada kesetiaan Hachiko menunggu sahabat nya di stasiun Shibuya, aku mengira hachiko menunnggu sahabatnya selama 8 tahun.

Seorang tukang kebun profesor bernama KIKUZABURO KOBAYASHI melihat berhari-hari hachiko yang setia menunggu sahabatnya di satasiun Shibuya serta melihat kesetiaan sekor anjing kepada masternya, merasa kagum. Kikuzaburo selalu memberi makan kepada hachiko sesuai dengan apa yang diberi profesor, yakitori dan stomach.

Tahun 1928, stasiun Shibuya mengalami perombakan total. Disana Hachiko berlarian di setiap fasillitas SHIBUYA baru tetap setia kepada masternya. hachiko tetap menunggu ueno, tidur di salah satu sisi toko didalam stasiun untuk sahabatnya.

Ditahun yang sama, ada seorang peneliti anjing jenis Akita dimana dia adalah salah satu murd UENO. Dia kebetulan melihat pemandangan menarik tentang hachiko, yang juga anjing jenis AKITA. Dia mengamati bagaimana hachiko menunggu masternya di stasiun hingga mengikuti hachiko ke rumah kobayashi. Dari kobayashi, murid Ueno itu mendapat informasi tentang hachiko. Dia pun mulai menulis artikel tentang hachiko.

Berita tentang hachiko pun mulai menyebar di negeri jepang. "Faithful Old Dog Awaits Return of Master Dead for Seven Years" adalah berita yang dimuat di harian ASAHI pada 4 oktober 1933. Hachiko pun semakin tenar dan semakin tersohor hingga pelosok negeri jepang.

Tahun 1934 didirikan patung Hachiko di depan stasiun SHIBUYA. Mengalami perombakan pada tahun 1948 karena perang dunia ke II. Hachiko meninggal pada 8 maret 1935. tetapi hachiko masih setai menunggu Profesor Ueno di pintu keluar stasiun shibuya yang bernama PINTU HACHIKO SHIBUYA, duduk seperti 70 tahun lalu menunggu ueno pulang. Patung Hachiko sendiri kini terdapat 3 buah, satu dishibuya, Akita serta tempat kelahiran hachiko Odeta.

Hachiko menjadi simbol jepang untuk sebuah kesetiaan. Setiap tanggal 8 april tepat di depan musium hachiko selalu diadakan perayaan kepada hachiko. Patung hachiko sendiri yang ada di Shibuya sebagai tempat menunggu yang paling digemari di jepang.


Novel Terkenal Jepang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar